Campak (measles) kembali menjadi ancaman kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit virus ini menyerang anak-anak dan dewasa, dengan gejala yang bisa berbahaya jika tidak ditangani. Menurut Kementerian Kesehatan RI, kasus campak meningkat 20% tahun ini akibat rendahnya cakupan vaksinasi. Waspada! Kenali dini untuk lindungi keluarga Anda.
Apa Itu Campak?
Campak disebabkan oleh virus Morbillivirus yang sangat menular melalui udara, batuk, atau bersin. Penyakit ini paling berisiko pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun yang belum divaksin. Di Indonesia, campak sering mewabah di daerah padat penduduk seperti Jawa Tengah dan Jakarta.
Virus menyebar cepat: satu penderita bisa menulari 12-18 orang di sekitarnya. Gejala muncul 7-14 hari setelah terpapar.
Gejala Campak yang Perlu Diwaspadai
Gejala awal mirip flu biasa, tapi berkembang cepat. Perhatikan tanda-tanda ini:
- Demam tinggi di atas 38°C, berlangsung 4-7 hari.
- Batuk kering, pilek, dan mata merah (konjungtivitis)
- Bintik koplik berwarna putih di mulut (tanda dini).
- Ruam merah gatal mulai dari wajah, menyebar ke seluruh tubuh (3-5 hari setelah demam).
- Kelelahan ekstrem dan nafsu makan hilang.
Pada kasus parah, bisa timbul komplikasi seperti pneumonia, diare berat, atau infeksi telinga. Anak balita dan orang dewasa rentan kematian hingga 1-2 dari 1.000 kasus.
Cara Pencegahan Efektif
- Pencegahan terbaik adalah vaksinasi MR (Measles-Rubella).
- Cuci tangan rutin dengan sabun.
- Hindari keramaian jika ada wabah.
- Isolasi pasien selama 4 hari setelah ruam muncull
- Tingkatkan imunitas dengan nutrisi seimbang, termasuk vitamin A.